algoritma penjualan tiket kereta api

Kamus
Type
Data = Record
Nama, Alamat, Tujuan, Kelas : String
Jml_beli : Byte
Harga, Total_harga : Longint
Penjualan = Array [1..100] of Data
Var
A : Penjualan
i, j, Jumlah_data: Byte
Tukar : Data

Procedure Input
{
With A[i] Do
Readln (Nama, Alamat, Tujuan, Kelas, Jumlah_beli)
}

Procedure Process
{
With A[i] Do
{
If (Tujuan=’Bandung’) and (Kelas=’VVIP’) then
Harga 90.000
else
If (Tujuan=’Bandung’) and (Kelas=’VIP’) then
Harga <-75.000
Else
If (Tujuan=’Jakarta’) and (Kelas=’VVIP’) then
Harga <- 120.000
Else
If (Tujuan=’Jakarta’) and (Kelas=’VIP’) then
Harga <-90.000
Total_harga<-Harga * Jml_beli
}
}
Procedure Urut
{
For i <– 1 to Jumlah_data – 1 Do
For j A[j+1].Nama then
Tukar <- A[j]
A[j] <-A[j+1]
A[j+1]<- Tukar
}
}

Procedure Output
{
Writeln(‘_____________________________________’)
Writeln(‘ Nama Alamat Tujuan Kelas Jumlah_beli Harga Total_harga’)
Writeln(‘_____________________________________’)
For i <-1 to Jumlah_data Do
With A[i] Do
Writeln( Nama, Alamat, Tujuan, Kelas, Jumlah_beli, Harga, Total_harga)
}
Writeln(‘_____________________________________’)
}
Algo Utama
{
Readln(Jumlah_data)
For i <- 1 to Jumlah_data Do
{
Input
Process
}
Urut
Output
}

Add a comment March 6, 2009

Algoritma Bubble Sort

bilangan yang  di sorting 5 8 2 9 4

bil[1] = 5; bil[2] = 8; bil[3] = 2; bil[4] = 9; bil[5] = 4;

di sorting dari besar ke kecil, maka langkah2nya :

1. Cek bilangan pertama, apakah bil[1] lebih kecil dari bil[2]? Jika iya ke langkah 2, jika tidak maju ke bil[2] n lakukan lagi langkah 1, tapi index nya berubah, jadi : apakah bil[2] < bil [3], gtu…

2. Kondisi udah terpenuhi nih… tinggal tahap nuker..

tau kan, algoritma tuker 2 bilangan?? kita butuh variable bantuan, let say namanya temp. nah, tinggal tuker seperti biasa…

temp <- bil[1]

bil[1] <- bil[2]

bil[2] <- bil[1]

udah gtu, balik ke langkah 1, index na maju 1 lagi dunn…

3. hehhhe. begitu terus ampe bil yang dicek bil[n-1] < bil [n]

4. Nah, ntu baru tahap 1.. masi ngga ngurut kann bilanganna. Kenapa? cuz tu baru pengurutan tahap pertama, supaya terurut semua, ya balik dari awal lagi dunn.. balik lagi ke langkah satu, mulai dari index 1..

pengurutan dibagi jadi 2 :

pengurutan tahap = pengurutan all bilanganna

pengutan bil = cek per bilangan

Kalu pake soal yang tadi, jumlah bilangan = n = 5, berarti ada 5-1=4 tahap pengurutan

misal kan pake soal yang tadi, jadinya gini…

awal : 5 8 2 9 4

Setelah masuk sorting :

Tahap 1 :

8 5 2 9 4

8 5 2 9 4

8 5 9 2 4

8 5 9 4 2

Tahap 2 :

8 5 9 4 2

8 9 5 4 2

8 9 5 4 2

8 9 5 4 2

Tahap 3 :

9 8 5 4 2

9 8 5 4 2

9 8 5 4 2

9 8 5 4 2

Tahap 4 :

9 8 5 4 2

9 8 5 4 2

9 8 5 4 2

9 8 5 4 2

Add a comment February 23, 2009

Normalisasi

Faktur Servis

Data

No Urut

Nama

TglPendaftaran

Servis

309

Agus

11 september 2008

Paket servis 1

 

Normalisasi

1-NF

Faktur

-          KdFaktur *

-          NamaFaktur

-          KdPelanggan

-          NamaPelanggan

-          KdServis

-          NamaPaketServis

-          kdPetugas

-          NamaPetugas

Transaksi

-          NoUrut *

-          Tglpendaftaran

-          JamPenerimaan

-          Type/Tahun SMH

-          Warna

-          Kilometer

-          KdFaktur **

-          kdBarang **

Barang

-          Kdbarang *

-          NamaBarang

-          Jumlah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2-NF

Faktur

-          KdFaktur *

-          NamaFaktur

-          KdPelanggan

-          NamaPelanggan

-          KdServis

-          NamaPaketServis

-          kdPetugas **

Transaksi

-          NoUrut *

-          Tglpendaftaran

-          JamPenerimaan

-          Type/Tahun SMH

-          Warna

-          Kilometer

-          KdFaktur **

-          kdBarang **

Barang

-          Kdbarang *

-          NamaBarang

-          Jumlah

Petugas

-          KdPetugas *

-          NamaPetugas

-          Alamat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3-NF

Faktur

-          KdFaktur *

-          NamaFaktur

-          KdPelanggan **

-          KdServis

-          NamaPaketServis

-          kdPetugas **

Transaksi

-          NoUrut *

-          Tglpendaftaran

-          JamPenerimaan

-          Type/Tahun SMH

-          Warna

-          Kilometer

-          KdFaktur **

-          kdBarang **

Petugas

-          KdPetugas *

-          NamaPetugas

-          Alamat

Pelanggan

-          KdPelanggan *

-          NamaPelanggan

-          Alamat

-          Telepon

-          No.Polisi

-          No.Rangka

-          No.Mesin

 

 

 

 

 

 

 

 

Barang

-          Kdbarang *

-          NamaBarang

-          Jumlah

                                                                                                       

 

 

 

4-NF

Faktur

-          KdFaktur      *

-          NamaFaktur

-          KdPelanggan    **

-          KdServis

-          kdPetugas   **

Transaksi

-          NoUrut                           *

-          Tglpendaftaran

-          JamPenerimaan

-          Type/Tahun SMH

-          Warna

-          Kilometer

-          KdFaktur        **

-          kdBarang       **

Petugas

-          KdPetugas  *

-          NamaPetugas

-          Alamat

Pelanggan

-          KdPelanggan    *

-          NamaPelanggan

-          Alamat

-          Telepon

-          No.Polisi

-          No.Rangka

-          No.Mesin

 

 

 

 

 

 

 

 

Barang

-          Kdbarang    *

-          NamaBarang

-          Jumlah

                                                                                                       

 

 

Servis

-          KdServis      *

-          NamaPaketServis

-          TglServis

 

 

 

Query

SELECT  * FROM SERVIS

Add a comment January 10, 2009

studi kasus perancangan database

Studi Kasus Database Dosen
Oleh : Saparudin
I. Pendahuluan
Sebagai salah satu pengembang aplikasi yang bersifat RAD (Rapid Application
Develoment), C++Builder dapat membuat aplikasi database (basis data). Aplikasi
database adalah aplikasi yang didalamnya terdapat proses pengaksesan dan
pemanipulasian data dari sebuah database (kumpulan tabel) dimana data-data
tersebut akan dihubungkan dengan sebuah User Interface (UI) atau form-form.
Lingkungan database sering dikenal dengan istilah Back End, sedangkan
lingkungan User Interface dikenal dengan istilah Front End. BDE (Borland
Database Engine) adalah software yang disediakan C++Builder untuk membuat
komunikasi antara database dengan user interface.
Fitur-fitur lain dalam pengembangan aplikasi database, diantaranya :
• Database Explorer
Fitur ini berupa software yang berguna untuk melihat isi database,
mengatur alias BDE dan juga untuk membuat kamus data (data
dictionary).
• Database Desktop
Fitur ini berupa software yang berguna untuk melakukan pembuatan dan
perubahan terhadap isi database.
• Data Modul
Fitur ini berupa unit yang berguna untuk menempatkan komponenkomponen
seperti Ttable, Tquery dan TStoredProc.
• Quick Report
Fitur ini berupa komponen-komponen yang terdapat pada component
pallete di dalam IDE C++Builder. Fitur ini berfungsi untuk membuat
laporan-laporan database di dalam aplikasi.
II. Membuat Database melalui Database Desktop
Database adalah sekumpulan data yang terdiri dari baris (record) dan kolom
(field). Kumpulan record ini kemudian direpresentasikan dengan sebuah tabel.
Jadi database dapat didefinisikan sebagai kumpulan tabel yang saling
berelasi.
USER
INTERFACE BDE Database
Halaman 2
NIP Nama Alamat Kota
132128633 Amin Rusdi, Drs Jl. Sudirman No 45 Palembang
132101453 Rustiyah, Ir Jl. Gelatik No. 324 Palembang
131901945 Rediansyah, Drs Perum. Indralaya Indah Indralaya
Field/Kolom
Selain tabel, dalam pemrograman database dikenal juga istilah query, yaitu
kumpulan record dari beberapa field pilihan yang diambil dari ‘satu’ atau
‘beberapa’ tabel.
Tabel dan query juga sering dinamakan dataset.
Untuk memulai pembuatan Database Desktop, ikuti langkah-langkah berikut :
Langkah 1
Pilih menu tools-Database Desktop pada IDE C++Builder.
Langkah 2
Setelah Database Desktop Aktif, pilih menu file-New-Table, kemudian pilih
tipe database.
Record/
Baris
Halaman 3
Langkah 3
Isilah Field Name, Type, Size dan Decimal (untuk type numerik).
Field Name digunakan untuk menuliskan nama-nama field yang akan
diisikan ke dalam tabel. Nama field tidak boleh menggunakan spasi.
Type digunakan untuk menentukan tipe data dari field yang diisikan.
Size digunakan untuk menentukan lebar atau ukuran karakter dari suatu field.
Decimal digunakan untuk menentukan jumlah desimal dari suatu tipe
numerik.
Langkah 3
Simpan tabel tersebut dengan suatu nama tertentu pada direktori yang
diinginkan. Jika kita menginginkan penambahan tabel baru, ulangi langkahlangkah
tersebut.
III. Membuat Koneksi ke Database Melalui BDE
BDE berfungsi untuk membuat komunikasi antara database dengan user
Interface. Cara untuk melakukan hal tersebut adalah dengan membuat
sebuah alias pada BDE. Alias adalah suatu nama yang dapat berisi
kumpulan informasi dari database yang akan diakses, termasuk jenis driver
database, user name, password, lokasi (path) penyimpanan database dan
sebagainya.
Pembuatan alias dapat dilakukan melalui Database Desktop, yaitu dengan
memilih menu Tools-Alias Manager.
Halaman 4
IV. Komponen-komponen Database
Terdiri dari dua bagian, yaitu komponen Data Access dan Data Controls.
a. Komponen Data Access
Komponen Data Access adalah komponen non-visual yang berguna untuk
mengakses database melalui sebuah alias. Komponen ini dapat dilihat
pada Component Pallete di dalam IDE C++Builder tepatnya pada tab
page Data Access.
Berikut ini tabel yang berisi daftar komponen yang termasuk ke dalam
komponen Data Access
Nama Komponen Kegunaan
TDataSource Berperan sebagai penghubung antara komponen Data Access
lainnya dengan komponen Data Controls.
TTable Untuk mendapatkan data-data dalam bentuk tabel dari
database.
TQuery Untuk mendapatkan sebuah subset (beberapa kolom) dari
satu tabel atau lebih dalam sebuah database
TStoredProc Merepresentasikan sebuah dataset yang menyimpan satu
record atau lebih dimana dataset tersebut dihasilkan dari
suatu prosedur yang sebelumnya telah didefinisikan
TDatabase Membungkus hubungan client/server ke database tunggal
dalam sebuah session
TSession Merepresentasikan sebuah session tunggal dalam sebuah
aplikasi database multi-threaded
TbacthMove Membungkus sebuah dataset yang digunakan untuk
memindahkan data dari satu tabel ke tabel lainnya
TUpdateSQL Merepresentasikan statemen SQL INSERT, UPDATE, dan
DELETE yang digunakan untuk melakukan pembaharuan
terhadap hasil query (result set) yang bersifat read-only.
b. Komponen Data Controls
Komponen Data Controls merupakan komponen visual yang digunakan di
dalam User Interface untuk mengontrol dan menampilkan data-data yang
telah diakses oleh komponen Data Access. Komponen-komponen ini
dikelompokkan ke dalam komponen Data Controls atau sering juga
disebut dengan kontrol visual (visual controls).
Nama Komponen Kegunaan
TDBGrid Menampilkan tabel atau query dalam format tabular
TDBNavigator Melakukan navigasi dan modifikasi terhadap data
TDBText Menampilkan sebuah field sebagai teks
TDBEdit Menampilkan dan mengubah field dalam format form (edit
box)
TDBMemo Menampilkan data dalam bentuk multi-line (lebih dari satu
baris)
TDBImage Menampilkan dan mengubah sebuah field bertipe gambar
atau BLOB (Binary Large Object)
TDBListBox Menampilkan daftar dari sebuah field dalam bentuk ListBox
yang berguna untuk proses entri
TDBComboBox Menampilkan dan mengubah daftar dari sebuah field yang
mempunyai kondisi boolean dalam sebuah Check Box
TDBRadioGroup Menampilkan kumpulan nilai untuk mengentri sebuah field
dalam bentuk RadioButton
Halaman 5
TDBLookupListBox Menampilkan daftar dari sebuah field yang diambil dari
sebuah tabel atau query dalam bentuk ListBox
TDBLookupComboBox Menampilkan daftar dari sebuah field yang diambil dari
sebuah tabel atau query dalam bentuk drop down
TDBCtrlGrid Menampilkan dan mengubah record dalam sebuah grid
(bentuk tabular) dimana sebuah record-nya mempunyai
kumpulan DataControls lainnya serta sebuah record lagi.
V. Membuat Form Database
Secara realita sebuah aplikasi database terdiri dari banyak komponen
database, namun untuk membuat aplikasi database paling sederhana
setidaknya kita mempunyai sebuah form yang di dalamnya ditempatkan
komponen minimum dari database.
• Satu komponen dataset
• Satu komponent data control
• Satu komponen TDataSource
VI. Studi Kasus : Membangun Database Dosen
Langkah-langkah sederhana dalam membangun database Dosen Program
Studi :
• Kumpulkan informasi yang akan disimpan menjadi data.
Misalkan :
Data Pribadi : NIP, Nama, Alamat, dsbnya.
Data Kepegawaian : NIP, Nama, Pangkat, Golongan, Jabatan, dsb
Data apa lagi ???
• Buatlah tabel dalam database desktop
• Buatlah Aplikasi yang dapat menangani : input data, proses dan output
yang diinginkan.
• Input Data
• Buat Query
• Buat Output
Contoh :
Form Pembuka : Set Up Fakultas dan Program Studi
Halaman 6
Form : Input Data Pribadi Dosen
Form : Input Data Pedidikan Dosen

Add a comment September 28, 2008

model database dan studi kasus

1. Pendahuluan
Teknologi komputasi client-server khususnya yang menggunakan teknologi internet/intranet dan teknologi basis data semakin berkembang pesat, sejalan dengan itu kebutuhan akan aplikasi sistem informasi yang tidak dibatasi ruang dan waktu juga semakin meningkat.
Fasilitas internet dengan perangkat teknologi penunjangnya memungkinkan dikembangkannya sistem informasi manajemen aset yang memiliki beberapa kelebihan, diantaranya kemudahan dalam mendistribusikan program aplikasi, mudah dan praktis karena dapat diakses dari manapun dan kapanpun, memiliki akses informasi yang lebih cepat, murah dan lebih baik serta mampu menurunkan biaya atas kebutuhan penyampaian dan penyebaran informasi.
Manajemen aset adalah bagian atau komponen dari Lembaga/Departemen yang memberdayakan aset-aset tetap yang dimiliki sesuai dengan fungsi dan kegunaannya (LIPI, 2001). Sistem Informasi Manajemen Aset (SIMA) adalah sebuah sistem informasi berbasis web/intranet untuk mengelola data-data seluruh aset tetap yang dimiliki oleh setiap puslit di lingkungan LIPI. Dari sistem ini diharapkan pemeliharaan terhadap aset-aset penting yang diperlukan untuk menunjang kegiatan penelitian menjadi lebih terkontrol, dan semua potensi yang dimiliki puslit khususnya aset tetap dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan penelitian

2. Teknologi Pengembangan Web

Teknologi yang digunakan dalam pemrograman web dibagi menjadi dua yaitu server side dan client side. Pada server side, perintah-perintah program dijalankan di server dan dikirimkan ke browser sudah dalam bentuk HTML. Sedangkan client side, proses akan dilakukan di web browser. Biasanya client side digunakan untuk hal-hal yang membutuhkan interaksi user tetapi data yang ditampilkan tetap dan seragam.
Aplikasi web berjalan pada protokol HTTP, dan semua protokol di internet selalu melibatkan antara server dan client. Ketika seseorang mengetikkan suatu alamat di browser, maka browser akan mengirimkan perintah tersebut ke web server. Jika yang diminta oleh client adalah file yang mengandung perintah server side maka server web akan menjalankan dahulu program tersebut lalu mengirimkannya kembali ke browser dalam bentuk HTML sehingga dapat diterjemahkan oleh browser. Sedangkan jika yang diminta oleh client adalah file yang mengandung file client side maka oleh server file tersebut akan langsung dikirimkan ke browser.

2.1. PHP
PHP merupakan salah satu jenis scripting language yang dieksekusi pada sisi server, atau biasa disebut server-side scripting merupakan salah satu bahasa pemrograman yang paling populer yang dapat dijumpai di Internet.
Fasilitas PHP yang paling kuat dan pasti adalah integrasinya dengan mesin database yang membuat halaman dengan dukungan database dengan mudah.
PHP termasuk dalam HTML-embedded , artinya code php dapat kita sisipkan pada sebuah halaman HTML. Untuk mengetahui bahwa baris – baris HTML merupakan suatu script php maka digunakan pasangan tag. Tag yang dapat digunakan untuk menyatakan script php adalah
 < ? … ?>
 < % … %>
 < ?php … ?>
Diantara ketiga ini tag ketiga merupakan tag yang paling aman karena memberikan tanda yang lebih jelas dan pada umumnya dimengerti oleh web server (Yudhi Purwanto, 2000).
Beberapa hal yang terkait dengan penulisan file PHP yaitu
a. File PHP merupakan file teks biasa sehingga dapat dituliskan dengan editor teks biasa seperti Notepad, namun akan lebih baik jika anda menggunakan editor PHP khusus seperti PHPEd atau PHP Coder
b. Seluruh blok skrip PHP harus berada di antara tag pengapit < ?php … ?> atau tag < ? … ?>. Tag ini dapat juga diganti dengan tag < ’script’>, ditambah dengan atribut language yang diberi value PHP. Serta dapat dituliskan pula dengan tag pengapit (delimiter) ASP < %… %>.
c. Setiap statement harus dipisahkan dengan tanda titik koma ( ; )
d. Semua file yang mengandung skrip PHP harus disimpan dalam format PHP File (*.php, *.phtml atau *.php3)

3. Arsitektur SIMA
SIMA menerapkan arsitektur client-server three-tiers, dimana Application web Server akan bertindak sebagai middle-tier yang menyediakan seluruh aplikasi yang diperlukan client sebagai front-end untuk berinteraksi dengan database server sebagai back-end.
SIMA dibangun dengan menggunakan perangkat lunak yang bersifat open source. Pada sisi application server akan menggunakan PHP dan Apache. Sedangkan sisi database server menggunakan Database PosgreSql yang berjalan dibawah sistem operasi Linux.

4.Diagram Alur Data (Model Fungsional)

Diagram alur data merupakan model fungsional SIMA. Diagram ini menggambarkan Sistem Informasi Manajamen Aset yang artinya hanya menggambarkan proses-proses yang berlangsung di perangkat lunak SIMA untuk lingkungan unit pengurus barang (UPB).
Secara keseluruhan diagram terdiri dari 3 proses sebagai berikut :
1. Opname Fisik Barang Inventaris, petugas inventaris melakukan opname fisik barang inventaris ke setiap ruangan. Hasil dari operasi fisik ini berupa data-data barang inventaris (alat dan bahan) mengenai keberadaan barang, kondisi barang, dan perubahan data barang, data buku perpustakaan.
2. Pencatatan Data Barang, berdasarkan hasil dari opname fisik barang inventaris, perubahan-perubahan yang terjadi (barang masuk/keluar, atau perubahan data barang) akan dicatat ke buku inventaris peralatan dan bahan, daftar inventaris lain (DIL) , daftar Inventaris Ruangan (DIR) dan kartu inventaris barang (KIB – Tanah, Gedung dan Alat Kendaraan Bermotor. Jika terjadi mutasi barang dari hasil opname fisik maka akan dicatat ke buku mutasi barang
3. Pembuatan Laporan-laporan, berdasarkan data buku inventaris yang telah diupdate dari hasil opname pisik, akan dihasilkan laporan hasil opname fisik barang inventaris (LOFBI), laporan Buku Inventaris, Laporan Posisi Awal (LPA) dan Laporan tahunan inventaris (LTI). Dari buku mutasi dan buku inventaris juga akan dihasilkan laporan mutasi barang triwulan (LMBT I – IV).

Gambar 1. Diagram Alur Data SIMA

Gambar 1. Diagram Alur Data SIMA

5. Diagram Entity-Relationship (Model Objek)
Database disimpan pada server “Gryfindor�? dengan nama database “sima�?, terdiri dari 23 tabel yang disusun secara relasional dengan proses normalisasi.
Diagram Entity-Relationship (D-ER) merupakan model objek/statis yang menggambarkan struktur hubungan antar tabel untuk memudahkan menganalisa relasionalitas tabel-tabel tersebut. Detail entity (tabel) dengan atribut (field) dari SIMA dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 2. Diagram E-R SIMA

Gambar 2. Diagram E-R SIMA

6. Modul-modul dan Kelompok Pengguna SIMA (model keamanan)
SIMA terdiri dari tiga modul utama, yaitu referensi, inventarisasi barang dan pelaporan. Masing-masing modul memiliki sub-sub modul seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.

Gambar 3. Modul-modul SIMA

Gambar 3. Modul-modul SIMA

SIMA memiliki 5 kelompok pengguna yang disusun berdasarkan tingkatan akses terhadap tabel-tabel database, yaitu :
• admin – administrator sistem
memiliki otoritas penuh (tambah, edit dan hapus) pada tabel-tabel kelompok referensi
• operator – petugas inventaris
memiliki otoritas penuh (tambah, edit dan hapus) untuk tabel-tabel kelompok inventarisasi barang.
• eselon – Kapus, Kabag dan Kabid
memiliki hak akses untuk melihat data referensi dan data inventarisasi barang, serta melihat dan mencetak laporan-laporan
• ppbi – ppbi wilayah dimana upb berada
memiliki hak akses untuk melihat beberapa data referensi serta melihat dan mencetak data inventaris yang perlu dilaporkan oleh UPB (Unit Pengurus Barang) ke PPBI (Pembantu penguasa Barang Inventaris).
• guest – pengguna biasa
memiliki hak akses untuk melihat beberapa data referensi dan beberapa data inventaris barang.

7. Implementasi Program Aplikasi
Aplikasi SIMA diawali dengan login ke sistem untuk menjamin keamanan data serta pengaturan akses database sesuai dengan kelompok pengguna.

Gambar 4. Dialog Tampilan Awal SIMA

Gambar 4. Dialog Tampilan Awal SIMA

Gambar 4 merupakan halaman awal yang tampil pada saat pemakai berhasil login ke SIMA. Pada bagian atas terdapat menu-menu utama. Pada bagian kanan atas terdiri dari tombol petunjuk yang digunakan untuk mendapatkan informasi mengoperasikan SIMA, kontak administrator lewat e-mail, serta link ke situs LIPI. Di kanan bawah terdapat tombol untuk logout dari SIMA. Pada tengah halaman merupakan halaman display untuk menampilkan form-form yang diperlukan.

7.1 Struktur Menu
Operasional SIMA melalui menu-menu utama yang masing-masing memiliki sub-sub menu pilihan. Menu-menu utama ini dibuat dengan model menu bar yang berbentuk tombol-tombol, sedangkan sub-sub menu dibuat dengan model link. Menu utama SIMA terdiri dari 6 menu untuk operasional sistem dan 1 menu petunjuk/manual. Setiap kelompok pengguna memiliki sub-sub menu yang tidak sama tergantung dari hak akses mereka terhadap tabel-tabel dalam database.

7.1.1. Menu Lihat Data
Menu lihat data digunakan untuk melihat data secara langsung tanpa perlu terjadi seleksi atau filter data. Diagram berikut menunjukkan sub-sub menu yang terdapat pada menu Lihat Data

Diagram 1. Struktur Menu Lihat Data

Diagram 1. Struktur Menu Lihat Data

7.1.2. Seleksi Data
Menu Seleksi data digunakan untuk melihat data dengan harus melakukan seleksi atau filter data. Diagram berikut adalah sub-sub menu yang terdapat pada menu Seleksi Data

Diagram 2. Struktur Menu Seleksi Data

Diagram 2. Struktur Menu Seleksi Data

7.1.3. Cari Data
Menu Cari data digunakan untuk melakukan pencarian. Diagram berikut adalah sub-sub menu yang terdapat pada menu Cari Data.

Diagram 3. Struktur Menu Cari Data

Diagram 3. Struktur Menu Cari Data

Gambar 5. contoh form pencarian data dengan kriteria

Gambar 5. contoh form pencarian data dengan kriteria

Gambar 5 adalah salah satu contoh form pencarian data barang inventaris – peralatan dengan beberapa kriteria pilihan (berdasarkan nama alat, merk/type, tahun anggaran, lokasi barang dan kondisi barang). Kriteria-kriteria ini dapat diisi untuk mendapatkan data dengan filter yang diinginkan, atau tidak memilih / dikosongkan sama sekali jika akan melihat seluruh data.

7.1.4. Tambah Data
Menu Tambah data digunakan untuk mengisi dan menambah data. Diagram berikut menjelaskan sub-sub menu yang terdapat pada menu Tambah Data.

Diagram 4. Struktur Menu Tambah Data

Diagram 4. Struktur Menu Tambah Data

Salah satu contoh tampilan pengisian data diperlihatkan pada gambar dibawah ini, yang memperlihatkan form untuk mengisi data buku inventaris peralatan.

<br /> Gambar 6. Contoh Form Pengisian Buku Inventaris Peralatan

Gambar 6. Contoh Form Pengisian Buku Inventaris Peralatan

7.1.5. Laporan
Menu Laporan digunakan untuk melihat dan mencetak laporan-laporan. Diagram 5 menunjukkan sub-sub menu laporan yang dapat dilihat dan dicetak dalam format Adobe Acrobat.

Diagram 5. Struktur Menu Laporan

Diagram 5. Struktur Menu Laporan

Gambar 7 adalah contoh bentuk laporan yang dihasilkan dari menu laporan. Laporan diberikan dalam format Acrobat Reader. Petunjuk penggunaan Acrobat Reader disediakan pada manual sistem melalui menu Petunjuk.

Gambar 7. Contoh Laporan Mutasi Barang Triwulan dalam format Acrobat Reader

Gambar 7. Contoh Laporan Mutasi Barang Triwulan dalam format Acrobat Reader


7.1.6. Administrasi User

Menu Administrsi User digunakan untuk mengatur pengguna SIMA. Tipe admin memiliki otoritas tertinggi dalam mengatur pengguna sistem, antara lain dapat melakukan penambahan dan penghapusan data pengguna, mengganti tipe kelompok serta mengganti password pengguna. Sedangkan bagi pengguna hanya memiliki otoritas untuk mengganti passwordnya saja.


7.1.7. Petunjuk

Menu petunjuk berfungsi sebagai user manual yang berjalan dalam format Adobe Acrobat. Tujuan dibuat menu ini adalah untuk memberi kemudahan bagi pengguna berupa informasi-informasi dalam mengoperasikan SIMA. Diagram berikut adalah petunjuk-petunjuk yang disediakan.
Diagram 6. Struktur Menu Petunjuk
Diagram 6. Struktur Menu Petunjuk
Gambar 8. Contoh Manual SIMA dalam format Acrobat Reader

Gambar 8. Contoh Manual SIMA dalam format Acrobat Reader

Penutup
Dengan dibangunnya suatu Sistem Informasi Manajemen Aset secara online di intranet, maka beberapa proses dalam kegiatan penatausahaan dan inventarisasi dapat diintegerasikan menjadi suatu sistem yang terkomputerisasi, dengan bentuk tampilan yang mudah digunakan oleh beberapa tipe pengguna. Bagi pengguna yang bertindak sebagai operator (tim inventaris ), sistem memberikan kemudahan dalam beberapa hal seperti : pencatatan data, pendataulangan (sebagai hasil dari kegiatan opname fisik, mutasi,pemutihan), penghitungan jumlah dan nilai barang untuk keperluan manajemen aset LIPI selanjutnya secara keseluruhan serta pembuatan laporan. Untuk pengguna pada level guest (tamu), sistem memberi kemudahan dalam akses pencarian barang, dengan memberikan beberapa model kriteria pencarian. Sementara untuk tipe pengguna eselon, sistem memberi kemudahan dalam akses pencarian barang dan akses untuk melihat laporan.
Kemudahan yang diberikan oleh sistem ini, diharapkan sedikit demi sedikit dapat menghilangkan kekurangan yang didapat saat kegiatan penatausahaan dan inventarisasi dilakukan secara manual sebelum ini, meski tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada beberapa proses manual yag harus tetap diberlakukan.
Penggunaan perangkat lunak berbasis open sources ( php, postgreSQL dan linux server ) dalam pembangunan Sistem Informasi Manajemen Aset ini, memungkinkan untuk meminimasikan biaya pembangunan sistem, meski dari sisi lain perlu ada peningkatan sumber daya manusia baik bagi pengguna operator maupun pengguna yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan sistem secara keseluruhan (administrator).

Nara Sumber : http://xfxs.multiply.com/journal/item/14

Add a comment September 28, 2008

PERANCANGAN DATABASE

Senin, 2008 Februari 25

Perancangan Database – M Faisal Affandi (06.03.002)

Pendahuluan perancangan Database :

Ø Tantangan dalam merancang database adalah bagaimana merancang sehingga database dapat memenuhi keperluan saat ini dan masa mendatang

Ø Perancangan Model Konseptual perlu dilakukan disamping perancangan model fisik

Proses perancangan basis data , dibagi menjadi 3 tahapan yaitu :

Ø Perancangan basis data secara konseptual, tahapan ini merupakan upaya untuk membuat model yang masih bersifat konsep..

Ø Perancangan basis data secara logis, merupakan tahapan untuk memetakan model konseptual kemodel basis data yang akan dipakai (modal relasional, hirarkis, atau jaringan). Perancangan ini tidak bergantung pada DBMS yang akan dipakai, itulah sebabnya perancangan basis data secara logis terkadang disebut pemetaan model data.

Ø Perancangan basis data secara fisis, merupakan tahapan untuk menuangkan perancangan basis data yang bersifat logis menjadi basis data fisis yang tersimpan pada media penyimpanan eksternal (yang spesifik terhadap DBMS yang dipakai ).

Pengembangan Sistem

Pengembangan system terdiri atas sederetan kegiatan yang dapat dikelompokan menjadi beberapa tahapan. Ada berbagai pembagian tahapan dalam pengembangan system yaitu :

Ø Metodologi yang disebut Waterfall atau air terjun yang membagi daur pengembangan system menjadi 6 tahapan : konsepsi, pendahuluan, analisis, perancangan, implementasi dan pengujian.

Ø McLeod mengemukakan 4 tahapan : perencanaan, analisis, perancangan dan implementasi.

Ø Fabbri dan Schwab membaginya menjadi 5 tahapan : studi kelayakan, rencana pendahuluan, analisis system, perancamgan system danimplementasi system.

Tahapan studi kelayakan

Tahapan ini merupakan identifikasi terhadap kebutuhan system baru, identifikasi tidak hanya didasarkan oleh kebutuhan-kebutuhan baru tetapi harus memperhatikan kebutuhan pada system yang sudah ada. Hasil tahapan ini berupa daftar kebutuhan, perkiraan biaya untuk membuat system baru dan juga solusi yang dikehendaki.

Tahapan rencana pendahuluan

Tahapan ini menentukan lingkup proyek atau system yang akan ditangani, hal ini digunakan untuk menentukan jadwal proyek. Biasanya dijabarkan dalam diagram aliran data (DAD). DAD menunjukan fungsi-fungsi dalam system, cara menggunakan informasi yang tersimpan dan pemindahan informasi antar fungsi didalam system.

Tahapan analisis system

Analis system sering berdialog dengan pengguna untuk memperoleh informasi detil kebutuhan pengguna. Kemudian hasil yang didapat dipakai sebagai bahan untuk menyusun DAD system baru. Untuk memperinci DAD, item-item yang terdapat pada aliran data dan juga yang terdapat pada penyimpanan data dijabarkan dalam bentuk kamus data. Kamus data adalah deskripsi formal mengenai seluruh elemen yang tercakup dalam DAD.

Tahapan perancangan system

Tahapan perancangan system dibagi menjadi 2 bagian :

1. Perancangan basis data, merupakan langkah untuk menentukan basis data yang diharapkan dapat mewakili seluruh kebutuhan pengguna berdasarkan kamus aliran data yang telah dibuat. Proses perancangan basis data diantaranya adalah perancangan basis data konseptual yang terdiri atas 3 langkah yaitu :

Ø Penentuan entitas pada basis data

Ø Pendefinisian hubungan antarentitas

Ø Penerjemahan hubungan kedalam entitas

Entitas/tipe entitas/kelas entitas menyatakan objek atau kejadian.

Atribut/properti adalah item data yang menjadi bagian dari suatu entitas.

Hubungan adalah asosiasi atau kaitan antara dua entitas.

Kekangan digunakan untuk melindungi integritas data.

Domain adalah himpunan nilai yang berlaku bagi suatu atribut .

Integritas referensial adalah aturan-aturan yang mengatur hubungan antara kunci primer dengan kunci tamu milik tabel-tabel yang berada dalam suatu basis data relasional untuk menjaga kekonsistensian data.tujuan integritas referensial adalah untuk menjamin agar elemen dalam suatu tabel yang menunjuk kesuatu pengenal unik pada suatu baris pada tabel lain benar-benar menunjuk kesuatu nilai yang benar-benar ada. Macamnya ada 3 yaitu :

1. penambahan

2. penghapusan

3. peremajaan (update)

2. Perancangan proses

Ada 3 hal yang perlu diperhatikan tentang entitas :

Ø Sebuah atribut bisa jadi merupakan suatu pengulangan(berisi sejumlah nilai, bukan hanya satu nilai)

Ø Sebuah atribut muncul pada beberapa entitas.

Ø Sebuah atribut barangkali sebuah karakteristik dari entitas atau atribut lain.

Selain diagram E-R, diagram lain yang sering dipakai adalah diagram struktur data yang menyerupai E-R. cirinya dengan adanya 2 panah identik. Setelah hubungan antar entitas diketahui maka akan diterjemahkan kedalam table, melalui 3 langkah :

1.. Penentuan kunci untuk entitas

2. Penerjemahan hubungan kedalam kunci tamu

3. Penormalisasian basis data

Penentuan kunci tidak sekedar metode untuk mengakses suatu baris tertentu tapi harus menjadi pengenal yang unik. Kunci terdiri dari beberapa macam, yaitu sebagai berikut :

Candidate Key

Ø Satu atribut atau satu set minimal atribut yang mengidentifikasikan secara unik dari sebuah entitas.

Ø Misalnya: File Karyawan (No Induk, Nama, Tempat Lahir, Tanggal Lahir, Alamat, Kota )

Ø Kunci Kandidat:

o No Induk, pasti unik

o Nama, sering dipakai sbg kunci pencarian tetapi tidak cocok utk key karena bisa ada nama yg sama

o Nama+Tanggal Lahir

o Nama+Tanggal Lahir+Tempat Lahir

o Alamat, Kota , tidak cocok untuk kunci

Primary Key

Ø Satu atribut atau satu set minimal atribut yg dapat mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik dan dapat mewakili entitas

Ø Dipilih dari Candidate Key yang paling mewakili sebuah entitas secara unik

Ø Contoh: No Induk, karena unik tidak mungkin ada satu No Induk untuk lebih dari satu pegawai

Alternate Key (Kunci Alternatif)

Adalah kunci kandidat yang tidak dipakai sebagai primary key

Foreign Key (Kunci Tamu)

Ø Adalah satu (atau satu set) atribut yang melengkapi satu relationship yang menunjukkan ke induknya.

Ø Misalnya: File Transaksi Gaji (No Induk, Nomor Bukti, Tanggal, Gaji Kotor, Potongan, Gaji Bersih, Pajak)

o Foreign Key: No Induk

o Primary Key: Nomor Bukti

o Alternate Key: No Induk + Nomor Bukti

Teknik Normalisasi

Ø Proses normalisasi merupakan proses pengelompokkan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entity dan relasinya sehingga membentuk struktur relasi yang baik (tanpa redudansi).

Ø Pada proses normalisasi selalu diuji pada bbrp kondisi, apakah ada kesulitan dalam:

· Add/insert data; delete data; update data; dan retrieve data;

· Jika ada problem maka relasi perlu dipisahkan

Bentuk Normalisasi

Ø Unnormalized Form

Ø 1st Normal Form (1 NF)

Ø 2nd Normal Form (2 NF)

Ø 3rd Normal Form (3 NF)

Ø Boyce-Codd Normal Form (BCNF)

BENTUK-BENTUK NORMALISASI

Bentuk Tidak Normal (Unnormalized Form):

Ø merupakan kumpulan data yang akan direkam,

Ø tanpa format tertentu,

Ø bisa saja data tidak lengkap atau ada duplikasi

Ø Dikumpulkan apa adanya

Normal Pertama (1st Normal Form)

Aturan :

Ø Mendefinisikan atribut kunci

Ø Tidak adanya group berulang

Ø Semua atribut bukan kunci tergantung pada atribut kunci

Normalisasi Kedua (2nd Normal Form)

Aturan :

Ø Sudah memenuhi dalam bentuk normal kesatu

Ø Sudah tidak ada ketergantungan parsial, dimana seluruh field hanya tergantung pada sebagian field kunci.

Normalisasi Ketiga (3rd Normal Form)

Aturan :

Ø Sudah berada dalam bentuk normal kedua

Ø Tidak ada ketergantungan transitif (dimana field bukan kunci tergantung pada field bukan kunci lainnya).

Normalisasi Keempat

Ø Dikenal dengan nama: Boyce-Codd Normal Form (BCNF)

Ø Relasi harus dalam bentuk normal kesatu dan setiap atribut harus bergantung fungsi pada atribut superkey

Ø Relatif jarang digunakan

Tahapan implementasi system

Tahapan implementasi system mencakup pengkodean program, pengujian program, pemasangan program dan pelatihan pada pengguna. Setelah tahap ini berakhir maka akan sampai pada tahapan penggunaan aplikasi oleh pengguna.

Add a comment September 9, 2008

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

1 comment September 4, 2008

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

January 2012
M T W T F S S
« Mar    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Most Recent Posts

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.